Sabtu, 24 Januari 2015

Tips Mencari Kerja Bagi Fresh Graduate (Bagian 1)




Sebuah sharing ...

Tak dapat diragukan lagi, bahwa setelah Anda selesai kuliah, jenjang berikutnya yang akan Anda lalui adalah mencari kerja. Bagi sebagian orang, mencari kerja adalah hal yang bisa dibilang cukup sulit. Harus memasukkan lamaran ke tempat yang diinginkan dan melalui beberapa tes. Bagi saya pribadi, mencari kerja itu gampang-gampang sulit. Untuk membantu (saya berharap dapat memudahkan) Anda pembaca sekalian dalam mencari kerja, berikut tips dalam mencari kerja versi pengalaman saya pribadi.

1.      Mulai dari teman dekat
 
Informasi yang paling mudah kita dapat adalah dari teman dekat. Selain mudah, informasinya juga murah, tanpa keluar biaya. Mungkin keluar juga biaya, sekedar biaya pulsa. Yang paling penting, adanya ikatan emosional pada informasi yang diberikan, terselipnya harapan semoga Anda akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Jangan malu untuk menyampaikan hajat bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Bila perlu sebutkan detil pekerjaan yang Anda inginkan. Dengan begitu teman Anda sekalian akan menginformasikan jika ada lowongan pekerjaan yang mereka ketahui. Sangat direkomendasikan untuk tetap menghubungi teman-teman Anda yang sudah memiliki pekerjaan. Sehingga jika ada lowongan kerja dibuka di tempat kerja mereka maka akan langsung menginformasikan. Jika lowongan kerja yang Anda lamar adalah pekerjaan di perusahaan yang teman Anda berada di sana, maka akan sangat memudahkan ke depannya jika membutuhkan informasi tes dan lain sebagainya. Dan lebihnya lagi, jika Anda sudah mulai mengikuti tes, Anda dapat bertanya tentang tes apa yang akan Anda lalui nantinya sehingga Anda bisa memiliki gambaran tes dan dapat mempersiapkannya lebih awal. 

2. Masukkan lamaran ke perusahaan-perusahaan yang ada di kota Anda

Kebanyakan Anda fresh graduate “menunggu informasi” dibukanya lowongan-lowongan dipublikasikan di publik. Bagi saya, ini adalah cara pasif. Saya pun baru menyadarinya saat sudah mendapatkan pekerjaan. Percaya atau tidak, kebanyakan perusahaan akan merasa berat mempublikasikan kebutuhan mereka akan pegawai di media jika hanya membutuhkan sedikit karyawan, karena akan mengeluarkan biaya. Manajemen kantor biasanya hanya akan menseleksi lamaran-lamaran yang sudah masuk saja. Apalagi kalau lamaran-lamaran yang masuk berkualitas, buat apa repot-repot pasang iklan untuk cari pelamar yang berminat, habiskan biaya aja. Begitulah logikanya. Jadi Anda aktiflah. Jangan menyerah. Buat lamaran sebanyak-banyaknya. Berdasarkan pengalaman, dari 10 lamaran yang saya masukkan, akan ada 1 lamaran yang akan nyangkut. Tentunya setelah Anda menyampaikan kemampuan Anda secara tepat untuk posisi yang dibutuhkan perusahaan yang Anda lamar. Komunikasi antara pelamar dan perusahaan adalah curriculum vitae (CV). Tips membuat CV ini akan saya bahas di postingan lainnya. Ala fresh grduate tentunya. 


Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar