Sebuah
sharing ...
Tak dapat
diragukan lagi, bahwa setelah Anda selesai kuliah, jenjang berikutnya yang akan
Anda lalui adalah mencari kerja. Bagi sebagian orang, mencari kerja adalah hal
yang bisa dibilang cukup sulit. Harus memasukkan lamaran ke tempat yang
diinginkan dan melalui beberapa tes. Bagi saya pribadi, mencari kerja itu
gampang-gampang sulit. Untuk membantu (saya berharap dapat memudahkan) Anda
pembaca sekalian dalam mencari kerja, berikut tips dalam mencari kerja versi pengalaman
saya pribadi.
1. Mulai dari teman dekat
Informasi yang paling mudah kita dapat adalah dari teman dekat. Selain
mudah, informasinya juga murah, tanpa keluar biaya. Mungkin keluar juga biaya,
sekedar biaya pulsa. Yang paling penting, adanya ikatan emosional pada
informasi yang diberikan, terselipnya harapan semoga Anda akan mendapatkan
pekerjaan tersebut. Jangan malu untuk menyampaikan hajat bahwa Anda sedang
mencari pekerjaan. Bila perlu sebutkan detil pekerjaan yang Anda inginkan. Dengan
begitu teman Anda sekalian akan menginformasikan jika ada lowongan pekerjaan yang
mereka ketahui. Sangat direkomendasikan untuk tetap menghubungi teman-teman
Anda yang sudah memiliki pekerjaan. Sehingga jika ada lowongan kerja dibuka di
tempat kerja mereka maka akan langsung menginformasikan. Jika lowongan kerja
yang Anda lamar adalah pekerjaan di perusahaan yang teman Anda berada di sana,
maka akan sangat memudahkan ke depannya jika membutuhkan informasi tes dan lain
sebagainya. Dan lebihnya lagi, jika Anda sudah mulai mengikuti tes, Anda dapat
bertanya tentang tes apa yang akan Anda lalui nantinya sehingga Anda bisa memiliki
gambaran tes dan dapat mempersiapkannya lebih awal.
2. Masukkan lamaran ke
perusahaan-perusahaan yang ada di kota Anda
Kebanyakan Anda fresh graduate “menunggu informasi” dibukanya
lowongan-lowongan dipublikasikan di publik. Bagi saya, ini adalah cara pasif. Saya
pun baru menyadarinya saat sudah mendapatkan pekerjaan. Percaya atau tidak,
kebanyakan perusahaan akan merasa berat mempublikasikan kebutuhan mereka akan
pegawai di media jika hanya membutuhkan sedikit karyawan, karena akan
mengeluarkan biaya. Manajemen kantor biasanya hanya akan menseleksi
lamaran-lamaran yang sudah masuk saja. Apalagi kalau lamaran-lamaran yang masuk
berkualitas, buat apa repot-repot pasang iklan untuk cari pelamar yang
berminat, habiskan biaya aja. Begitulah logikanya. Jadi Anda aktiflah. Jangan menyerah.
Buat lamaran sebanyak-banyaknya. Berdasarkan pengalaman, dari 10 lamaran yang
saya masukkan, akan ada 1 lamaran yang akan nyangkut. Tentunya setelah Anda
menyampaikan kemampuan Anda secara tepat untuk posisi yang dibutuhkan
perusahaan yang Anda lamar. Komunikasi antara pelamar dan perusahaan adalah
curriculum vitae (CV). Tips membuat CV ini akan saya bahas di postingan
lainnya. Ala fresh grduate tentunya.
Bersambung...
